3 Kuliner Legendaris Jakarta yang Tak Lekang oleh Waktu



3 Kuliner Legendaris Jakarta yang Tak Lekang oleh Waktu

Banyaknya tempat kuliner baru yang bermunculan di Jakarta ternyata tidak mampu membuat pelanggan kuliner legendaris berpindah ke lain hati. Berbekal pengalaman bertahun-tahun dan resep yang diwariskan turun-temurun, ketiga tempat kuliner di bawah ini selalu berhasil membuat pelanggannya untuk berkunjung berulang kali. Kuliner legendaris apakah itu? Simak dulu informasi berikut ini.

· Ragusa Es Italia


Datanglah kemari bila Anda ingin mencicipi rasa es krim italia yang autentik. Kedai es krim yang terletak di Jalan Veteran 1/10, Gambir, Jakarta Pusat, ini didirikan oleh dua orang bersaudara yang berasal dari Italia, yaitu Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa. Kedai ini eksis sejak tahun 1947 dan tetap diminati oleh pembeli hingga saat ini.
Kunci kelezatan es krim Italia Ragusa ini terletak pada kualitas bahan yang digunakan dan cara pengolahannya. Ragusa hanya menggunakan susu sapi yang masih segar dan tidak memakai bahan pengawet. Es krim yang dihasilkan memiliki tekstur lembut, namun tidak berbusa seperti es krim produksi pabrik.
Ragusa memiliki 4 tipe es krim, yaitu tipe regular, yang menyediakan rasa moka, vanila, stroberi, coklat, dan nougat; tipe premium, dengan pilihan rasa durian atau rum; tipe mix yang terdiri dari campuran beberapa rasa; dan tipe fancy, yang terdiri dari sundae, banana split, tutti frutti, dan es krim spageti. Harganya juga terjangkau, yakni mulai dari Rp15.000,00 hingga Rp35.000,00.
· Soto Betawi Ma’ruf
Liburan Anda di Jakarta belum afdal bila belum mencicipi makanan khasnya, apalagi kalau bukan soto Betawi. Soto Betawi yang menjadi favorit masyarakat Jakarta dijajakan di Rumah Makan Soto Betawi H. Ma’ruf. Soto Betawi H. Ma’ruf sejatinya telah dijual sejak tahun 1940. Namun, pada masa tersebut, H. Ma’ruf belum memiliki tempat permanen untuk menjajakan sotonya. Beliau masih berjualan di pinggir jalan dan terus berpindah tempat bila diusir oleh petugas keamanan.
Kini, soto Betawi H. Ma’ruf sudah dapat dinikmati di rumah makan yang berada di Jalan Cikini Raya 73, di dalam Kompleks Taman Ismail Marzuki. Meskipun menempati bangunan yang sederhana, rumah makan ini tidak pernah sepi dari pembeli. Pembeli yang datang juga bukan orang sembarangan, tetapi orang-orang bermobil mewah hingga para pejabat. Hebatnya lagi, hampir semua presiden Indonesia pernah mencicipi soto Betawi di sini.

· Bakmi Gang Kelinci
Enak, murah, dan banyak. Slogan dari Bakmi Gang Kelinci tersebut memang sepenuhnya benar. Karena itulah, rumah makan ini tidak pernah sepi dari pembeli. Rumah makan yang pusatnya berada di Jalan Kelinci Raya 1-3, Pasar Baru, Jakarta Pusat, ini awalnya hanya berupa gerobak yang mangkal di Jalan Pintu Besi, Pasar Baru, pada tahun 1957. Namun, karena kelezatan rasanya, Bakmi Gang Kelinci segera cepat dikenal masyarakat dan kini telah berkembang pesat dengan memiliki 11 cabang.
Rumah makan ini menyediakan menu makanan khas Tionghoa, namun tetap halal. Menu terfavorit tentu saja adalah bakmi ayamnya. Porsinya memang cukup besar dan harganya terjangkau, yakni sekitar Rp20.000,00 hingga Rp30.000,00-an.
Semua makanan di atas kelihatannya enak, ya? Tunggu apa lagi, segera berkunjung dan cicipi ketiga makanan tersebut. Anda yang berada di luar Jakarta juga bisa memperoleh kesempatan untuk menyantap kuliner tersebut ketika berlibur kemari.
Saat berlibur nanti, sebaiknya Anda jangan lupakan soal urusan akomodasi. Pastikan Anda mendapatkan tempat yang nyaman dan ramah dompet untuk menginap. Untuk rekomendasi terbaiknya, sudah pasti Airy Rooms. Pesan saja hotelnya melalui link di bawah ini :
atau lewat aplikasi Android/iOS Airy Rooms.


Fasilitas penginapannya lengkap, ada televisi, Wi-Fi, perlengkapan mandi, dan pancuran air hangat. Setelah memesan, lakukan pembayaran via transfer atau kartu kredit. Simpel kan? Yuk cicipi 3 kuliner legendaris di Jakarta.

0 komentar:

Posting Komentar