Writravellicious Goes To Super Penyet


Writravellicious Goes To Super Penyet




Siang itu usai mengerjakan tugas mengantar para peserta lomba story telling  untuk ikut kompetisi di perpustakaan jateng, kami meluncur ke restoran  super penyet di salah satu ruas jalan utama di kota Semarang.






Tempatnya luas selain lokasinya juga strategis. Dengan harga yang terjangkau dan rasa masakan yang lumayan lezat, jadilah tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang cukup terkemuka. Demikian konon katanya orang-orang hehe.
Tapi kan memang penyet ini lagi hits dan kayaknya tak pudar oleh jaman. Sebabnya mungkin antara lain kecenderungan orang untuk back to basic. Segala sesuatu yang berbau tradisional dan ndeso malah mulai disukai setelah sebelumnya tren kuliner cenderung ke fast food.

Berbagai pilihan menu disajikan dalam buku yang ada di tiap-tiap meja. Kebanyakan selalu ada sambal yang menjadi ciri khas dari segala makanan penyet ini.

Lengkap dengan harga tertera di sana, sehingga tidak mungkin orang dikenthel alias diplekotho atau dikerjain saat membayar tagihan makan.


Bahkan bentuk penyajian yang unik juga menjadi salah satu cara untuk menarik minat para pengunjung. Sebuah inovasi dan kreatifitas ya kan..






Kalau mau nambah sambel juga bisa. Dan beraneka pilihan jenis sambal ada lho.. Benar-benar lengkap dan memanjakan lidah pecinta sambal kayak dirikuuuu..






Pilihan minumannya juga banyak dan semua tampak menggiurkan. Kalau nggak ingat perut ini wadahnya terbatas, hawane mau dijajal semua tuh jenis minuman yang ada.#eaaaaa




Lapangan parkirnya juga luas banget sehingga bisa menampung banyak kendaraan. Tersedia musholla di pojok selatan kawasan resto ini. Lumayan luas juga sehingga bisa buat berjamaah banyak orang. Kalau untuk buka puasa bersama juga bisa deh kayaknya ya kan.


Ruang utama resto yang menggunakan langgam rumah tradisional Jawa dengan bahan material alami semacam bambu dan kayu, menjadikan resto super renyet ini begitu kental konsep ketradisionalannya. Kapan-kapan pengen mampir lagi untuk coba menu yang lainnya.. Yummmmyy...


Yang Paling Aku Kangenin

Yang Paling Aku Kangenin

Yang paling aku kangenin tentu saja kamu.
Tawamu
Candamu
Senyummu
Lesung pipimu


Yang paling aku kangenin tentu saja kamu.

Jalan sama kamu.
Duduk di sisimu.
Berbincang denganmu.
Menjalin mimpi bersamamu.
Merancang masa depan denganmu.

Yang paling aku kangenin tentu saja kebersamaan kita





Yang Paling Bikin Aku Kangen

Yang Paling Bikin Aku Kangen




Yang Paling Bikin Aku Kangen adalah saat-saat aku langsing hahaha
Karena kalau nggak lagi gemuk banget, baju-baju lama bisa dipakai. Tubuh lebih ringan, bugar dan akhirnya produktif.

Sekarang sih usahanya berusaha menjaga asupan makanan, rajin pilates dan ikut Yoga. Meskipun kalau lagi kecapekan atau malas, ya bolooosss hahaha.


Sayangnya ya seiring dengan bertambahnya usia dan tingkat ke-stress-an hahaha akhirnya badan pun menolak untuk langsing terus. Begitulah keniscayaan yang musti kita hadapi. Dan untungnya tidak sendirian sih...



Dulu banget aku pernah kecil sekali lho. Jaman-jaman SD dan SMP. Eh tapi fotonya nggak bisa dipajang ya karena nggak pakai jilbab alias hijab. 

SMA juga masih lumayan ramping sih meski sudah bertambah jauh beratnya dibanding jaman SMP. Aku ingat banget pas kelas 3 SMP saja beratku cuma 25 atau 28 kg gitu. Kayaknya sehabis bertugas ikut lomba kepramukaan alias kepanduan kemah di Salatiga atau mana gitu, energi  terkuras habis selama semingguan. Jadi pulang berkemah, selain tambah hitam juga tambah kurus. Hehe Tapi tentu saja tambah strong dan bugar karena selama seminggu itu benar-benar ditempa. Duuuh jadi kangen pramuka lagiiii....



Kalau kata orang-orang sih gemuk itu utama sebabnya ya karena badan melar setelah melahirkan. Apalagi buntutku juga dua. Alhamdulillah lengkap, laki-laki dan perempuan. Terus ada yang bilang perempuan tambah melar juga karena pakai KB. Alhamdulillah sih aku tidak pakai KB apapun, tapi juga nggak hamil lagi karena nggak ada yang menghamili hehe lha suaminya gugur duluan.  (lahul fatihah)

Nah, ternyata setelah suami meninggal itu, aku sempat turun berat badan lagi. Anjlok banget. Sampai kurus gitu. Kalau kata ibuku waktu itu, aku jadi kayak balik gadis perawan lagi langsingnya. Yach maklumlah ya, sedih dan sebagainya.

Hihi sayangnya setelah tahun-tahun berlalu, kini aku balik gendut lagi. Sedih deh.
'
Tapi kalau pas lihat postingan instagram nya mamah-mamah paruh baya macam winda hamidah, sophia latjuba, yuni shara dan lainnya itu kok jadi semangat lagi ya. Kayaknya bisa deh ramping lagi asal mau berusaha dan semangat. Hehehe


Jadi gitu ya ceritaku atas tantangan Rizka Alayna dan Alley 
Kalau kamu, apa yang kamu paling kangenin?

ARUNG DUNIA

ARUNG DUNIA



“Aku akan sekolah ke Australia,” adik laki-lakiku berteriak dari kamar mandi sebelah.
“Aku akan ke Amerika,” tak mau kalah aku berteriak, berlomba dengan suara gebyuran air yang membasahi tubuhku, dan di sebelah bisingnya gebyuran air membasahi tubuh adikku. Dua kamar mandi di rumah kami yang menjadi salah satu tempat favoritku menyegarkan diri bahkan kadang menangis sesenggukan sambil mencipak-cipakkan air dalam bak-nya jika aku sedang bermasalah dengan siapapun.
Perlombaan yang selalu terjadi antara aku dan adikku yang usianya hanya selisih satu setengah tahun.  .Seru sekali karena kami dari sejak  masih kecil, aku  masih duduk di  SD kelas tiga  dan adikku di SD kelas satu, telah  berkhayal dan bermimpi keliling dunia sambil beraksi di atas perahu bikinan kami dari bahan pelepah batang pohon kelapa hibrida. .
“Aku akan ke Prancis,” ujarku
“Aku akan ke Jerman,”seru adikku hampir berbarengan.
“Ke Afrika”
Ke Singapura
“Kita akan keliling dunia”
 Di samping rumahku ada sepetak halaman yang menjadi tempat  kami untuk bermain. Aku bisa memanjat pohon mangga dan bertengger lama-lama diatasnya. Di atasnya aku menggambar apa saja yang aku lihat. Orang–orang yang berjalan di alun-alun depan rumahku, atau para bocah dan pemuda yang bermain bola disana. Dari atas pohon mangga ini pula,aku kadang mengintip film yang diputar di layer tancap yang hanya diputar untuk satu musim dalam setahun sekali, di grebeg besar. Dan kebetulan lokasinya di taman parkir di sebelah rumahku.
            Di samping pohon mangga dan tanaman bunga , di sini juga ada sebuah pohon kelapa hibrida. Pohonnya tidak terlalu tinggi seperti umumnya pohon kelapa, sehingga aku bisa dengan mudah menarik dan mengambil daun kelapa maupun pelepah batang kelapanya yang sudah tua atau biasa disebut  blarak . Ya ng selalu aku ingat dan tak terlupakan olehku adalah bermain di atas selembar bagian batang  kelapa atau yang disebut dengan blarak. Ukurannya yang besar, panjang dan lebar, menjadikan  aku dan adikku laki-laki dapat menaikinya seolah –olah kami menaiki perahu. Ada – ada saja peran yang kami mainkan di atas ‘perahu’ tersebut. Kadang kami berperan seolah menjadi nelayan dan memancing ikan-ikan yang kami buat dari dedaunan. Kadang kala aku menggunakan blarak sendiri, dan adikku menggunakan blarak yang lain. kadangkala kami menumpang dalam satu blarak besar. Sedangkan daun kelapanya kami gunakan sebagai dayung.
Bagai bajak laut dan putri  yang diculik pernah pula kami lakoni. Senang sekali bermain pura-pura, bermain peran. Kadangkala kami seperti  pencari mutiara dengan mengumpulkan biji-biji  buah kelapa yang berwarna kuning putih cerah.
‘Hei…kita dapat banyak mutiara.Lihat….”, teriakku.
“Ayo …kita kumpulkan”,adikl laki-lakiku satu-satunya menyahut.
Kami mengumpulkan semua mutiara itu dalam wadah batok kelapa dan menghitungnya bersama-sama.
“Satu..dua..tiga..empat…”
Secara tidak sadar ternyata kami bermain tapi sambil belajar matematika. Kami mengelompokkannya sepuluh – sepuluh.  Lalu menyimpannya dalam perahu kami yang terbuat dari daun kelapa itu
            Masih dengan blarak yang itu, aku kadang berpose seperti seorang Cleopatra yang sedang menaiki perahu kerajaan menyusuri sungai Nil. Kami menciptakan alur cerita drama kami sendiri dengan gaya bahasa kami sendiri.


            Kadangkala pamanku yang rumahnya dekat dengan rumah kami datang dan membuatkan kami mainan senapan  dari tangkai pohon pisang yang ada di halaman belakang rumah kami. Daun pisangnya di hilangkan sehingga tinggal tangkainya kemudian dipisau diagonal diagonal sepanjang sisinya dengan jarak tertentu. Pada waktu dikibaskan berbunyilah tangkai itu mirip dengan suara senapan. Plethak plethak ! Ramai sekali dan kami menikmati selama pembuatannya dan juga permainan perang-perangan memakai senapan buatan itu.  Lagi- lagi blarak perahu kami gunakan juga sebagai kendaraan kami dalam berperang ini. Adikku menggunakan batok kelapa sebagai penutup  kepalanya layaknya seorang pejuang kemerdekaan di tahun empat lima.
            “Dar! Duar!”
 Pamanku  mengarahkan senapannya kepada kami berdua yang beraksi di atas perahu blarak kebanggaan kami.
“Duar! Dar!” Plethak ! Plethak!
Aku dan adikku bekerjasama membalas serangan paman.
            “Awas…..perahunya bocor kena tembakan senapan” pamanku meneriaki. Dia seolah-olah jadi tentara Belanda yang menyerang kami.

Aku dan adikku action, perahu blarak yang kami tumpangi kami gerak-gerakkan sendiri seolah oleng karena bocor.
“Awas…perahunya hampir tenggelam. Sebaiknya kita meloncat” aku memberi aba-aba.
Adikku dan aku pura–pura meloncat ke air, yang kami buat dengan menggunakan sabut kelapa yang kami serakkan ke mana-mana di sekitar perahu blarak kami. Imajinasi kami berkembang liar hanya dengan benda – benda yang terbatas dan apa adanya saja.

Kolak pisang favorit saat ramadhan

Kolak pisang makanan favorit saat ramadhan 



Menjawab tantangan mbak ika dan mbak wati  aku mau berbagi cerita makanan favoritku saat ramadhan.
**
Ada masa -masa dia ingin sekali makan empek - empek atau minum es kolak. keduanya ini sudah seperti candu. semacam makanan eksotis yang menggugah keinginan mengkonsumsinya tiap kali dia mengalami masa reses. udara yang sangat gerah, panas, banyaknya pekerjaan ataupun stressing lainnya.
Jadilah senja itu dia sekenanya mengambil pisang dalam kulkas. Lalu mengolahnya menjadi kolak. Dia mengira akan merasa puas setelah kolak itu jadi dan bisa dinikmati. Menuntaskan keinginannya yang seperti orang ngidam.
Ouch. Oops. Tapi salah besar. Ternyata kolak itu rasanya tidak enak sama sekali. Bukan karena bumbu atau bahan yang menyertai pisangnya yang salah, tetapi pisang itulah yang tidak pas jika dipakai sebagai bahan membuat kolak.
Jadi memang ada pisang yang pas-nya untuk digoreng. Ada yang pasnya untuk dikolak. Ada yang pasnya untuk dimakan begitu saja tanpa diolah. Dan ada pisang yang enak untuk diolah jadi apa saja.
**
Kenapa kolak pisang ini jadi favoritku bukan hanya saat ramadhan tapi juga sepanjang masa karena ternyata oh ternyata dulu tiap kali pulang sekolah sd aku selalu mampir ke warung sekolah sebelah untuk makan es kolak pisang.

masih inget, tiap pulang sekolah. aku dan temen2 di sd 2,antara lain mb nana,mb dwi, novita, cs (ssstt..bahkan kita pernah bikin seven girls, macam geng) sering mampir ke warung dekat sekolah MI.
banyak jajan gorengan dan yang jadi favoritku, apalagi kalo bukan es kolak pisang.sambil jajan biasanya kita ngobrol dan diskusi ngalor ngidul. ceileeeee...diskusi...brainstorming juga.. kkkk..

(ternyata kebiasaan jajan es kolak tersebut membawa lidahku selalu ketagihan es kolak pisang sampai sekarang. beberapa bulan nggak minum es kolak pisang, langsung ngiter cari es kolak....)

ternyata bersamaan kami jajan itu, anak2 sd 5, mb entik, mb ayu, mb sari cs juga jajan.
mungkin krn kami berbeda sekolah, dua sekolah ini (sd 2 dan sd 5) yang selalu rival dalam berbagai pertandingan dan perlombaan, -dan kebetulan kami yg sama2 nangkring ini juga ternyata sama2 yg sering mewakili sekolah dalam berbagai perlombaan itu.-
jadilah ada rasa rival antara kami. kalo anak sd2 datang duluan, kita penuhi dulu warung tuh yang memang hanya ada satu dua bangku panjang. demikian juga sebaliknya.anak2 sd 5 penuhin tuh warung kalo mrk yg dtg duluan..
hahaha.....lucu kalo mengingat masa2 durung ndolor...hehe...

dan uniknya, ketika kita yg dr sd2 dan sd5 sama2 masuk smp2. kami yang tadinya seolah 'bermusuhan', ternyata malah menjadi kawan dekat. karena akhirnya kami menjadi satu tim dalam berbagai lomba menghadapi tim lain dari sekolah yang lain, bahkan dari kecamatan & kabupaten lain.
(mb dwi masuk smp1.meski rival an dg smp2, tp kan mb dwi sama2 alumni geng kami...hehe... jadi tetap teman dong..)
masuk sma1. kami bahkan berkumpul semua .persahabatan kami makin kental......
(kecuali satu temen, krn ortunya pindah dinas).
oooo... rival ternyata hanya masalah posisi...
sekarang, aneh saja kalo melihat sesama saudara yang bermusuhan, berhadap - hadapan, karena merasa bersaing satu sama lain.
entah itu memperebutkan yayasan, institusi, santri, umat, nama besar, pengaruh, pasar, uang, dll.
mungkin mereka lupa, rival/saingan/'musuh' ternyata hanya masalah posisi.
kalo saja mereka melihat 'musuh' yang sesungguhnya, kemusyrikan, kemiskinan, kedholiman, kejahililiyahan, kemaksiatan dll, sesungguhnya mereka yg 'bermusuhan' saat ini sebenarnya adalah satu tim.

Writravellicious Goes To Omah Herborist

Writravellicious Goes To Omah Herborist


Berkunjung ke kawasan industri Candi sudah sering kulakoni semasa dulu melayani order desain arsitektur para klien yang berkantor di sini. Sehingga ketika kali ini event factory visit berlangsung di areal yang sama, alhamdulillah aku tak kesulitan mencari lokasinya.












Herborist rupanya merupakan produk dari perusahaan Victoria Care. Di bagian dalam pabrik ini kemudian, selengkapnya tentang profil perusahaan ditampilkan dalam tayangan video di ruang audiovisual.


Patung dua tokoh pewayangan menyambut tamu di areal depan lobby gedung. Sejuknya air mancur, hehijauan taman dan lemah gemulai posisi mendhak dan tangan patung yang seolah mengayun sampur, membawa suasana yang welcoming.




Merah menyala menghangatkan lobby, meyambut para tamu yang mengunjungi pabrik untuk melihat lebih dekat proses pembuatan dan pengemasan produk-produk kecantikan ini.

Miranda rupanya juga merupakan salah satu produknya.






Di lantai dua, beberapa ruangan direksi dan juga para manager mengundang mata untuk melirik ke dalam saat kami berjalan melintas  menuju ruangan uji laboratorium.


Sebuah hall yang lumayan luas dan bisa memuat sekitar lebih dari lima puluhan orang menjadi semi public space. Menjadi ruang antara yang terletak di node beberapa ruangan lainnya.
Beberapa sample produk dipajang di lemari-lemari showcase yang diterangi dengan pencahayaan spotlight sehingga kita bisa memerhatikan masing-masing item dengan seksama.
Meja resepsionis di lantai dua ini juga didominasi warna merah sebagaimana di lobby bawah, Victoria Care Indonesia dengan logonya yang seperti simplisasai dari kelopak bunga  menjadi backdrop yang eye-catching.

Dekat hall lantai dua itu disediakan juga spot foto lho..
dengan backdrop tulisan herborist dan warna hijaunya yang khas dan cerlang.



Di  dinding barat sebelum kita memasuki areal hall, beberapa penghargaan dipajang dan mengundang mata untuk sekilas memperhatikan. Pencapaian memang sudah layaknya mendapat ruang khusus sebagai bentuk grateful alias syukur dan sekaligus media promosi.



Di sebelah selatan hall yang biasa digunakan sebagai ruang transisi untuk penjelasan tata cara visit pabrik dan juga mungkin talkshow itu, terdapat mini museum. Beberapa penjelasan mengenai beberapa bahan herbal yang menjadi bagian dari proses pembuatan produk ini dipajang di sana.



Di ujung mini museum kita akan berjumpa ruang audiovisual. Dan kita nobar deh, nonton bareng...
Apa yang ditonton? Selain profil perusahaan, tentu saja juga penjelasan produk.


Serta dilanjutkan demo menggunakan produknya. Yeay!!


Oh ya, sebelum pengunjung ke ruang mini museum, audio visual dan akhirnya ruang pamer serta mall kecil tempat kita belanja produk, kita juga diajak melihat pembuatan produknya lho. Sayangnya bagian itu tidak boleh didokumentasi hehe










Nah, ini dia beberapa produknya, yang kalau kita beli di pabrik tentu saja lebih murah sedikit dibanding kalau beli di toko atau swalayan.






Selain belanja lulur, bedak, sabun dan lain-lain, tentu saja tak lupa berpose buat kenang-kenangan.
#eaaaa


Aku juga sempat berpose dengan buku terbaruku How To Reset Your Life terbitan Grasindo. Asyik banget pastinya kalau dalam proses menata ulang kehidupan, kita menggunakan wangi aromatherapy.







Harganya terjangkau dan khasiatnya mari kita coba buktikan begitu sampai rumah yaaaa..

Ada banyak pilihan parfum juga lho..



Seru ya...dan menyenangkan tentu saja. Karena selama di dalam situ, penciuman kita terus dimanjakan dengan wewangian yang menguar dari berbagai produknya. Hmmmmm...