Budaya Megengan alias Dugderan Di Demak

Setiap kali menjelang season Ramadhan, di tiap-tiap daerah biasanya ada kebiasaan alias tradisi atau budaya yang dilestarikan hingga kini. Demikian pula di kota wali alias kota Demak Raya ini. hahaha pakai Raya, kayak inferior aja ya gayanya.  Kalau di Semarang ada iring-iringan warag ngendhok saat dugderannya, ada sesuatu yang khas apakah di Demak ini?


Kalau mau maksain ada yang khas, boleh jadi tari jipin versi Demak inilah yang menjadi salah satu andalan. Kebetulan panggung kehormatan pak Bupati dan staf kemarin berada persis di depan rumahku yang memang bersisian dengan alun-alun Demak.




Dan kebetulan lagi, grup yang menampilkan tari jipin dan rebana adalah anak-anak didik dari sepupu jauh kami yang punya sekolahan di desa sebelah. Senang dan berbangga sekali bahwa tahun ini mereka menjadi salah satu penampil utama di panggung dan acara ini.

Selain pawai, penampilan tari jipin dan rebana, juga ada pagelaran lakon yang menceritakan tentang Aryo Penangsang. Salah satu cerita yang sangat kugemari pada masa kecil karena pamanku suka menceritakannya dengan gaya drama yang menteror, terutama saat memerlihatka bagaimana saat ususnya Aryo Penangsang terburai. Hiiii...hehe

Selamat menyambut Ramadhan, Selamat berpuasa. Semoga sukses dari ulat, berkepompong dan  menjadi kupu-kupu. Aamiin

0 komentar:

Posting Komentar